Thursday, April 30, 2009

Tips Manajemen Laktasi

Sebagai ibu dan sekaligus wanita yang bekerja seperti ana tidak mudah untuk memberikan ASI eksklusif untuk buah hati, karena jatah cuti hanya 3 bulan sedangkan bayi membutuhkan ASI eksklusif sampai usia 6 bulan. Tapi segala rintangan itu hendaknya tidak menyurutkan niat yang sudah ada. Hambatan yang muncul bisa bermacam-macam diantaranya waktu yang terbatas untuk memerah ASI, tidak adanya fasilitas penyimpanan ASI di kantor, ataupun ketidak seimbangan antara demand dan supply( ini terjadi sama ana karena ASI yang dibawa pulang lebih sedikit dibanding yang diminum fatih). Ada beberapa tips yang bisa dipake:
  1. Ketika masih cuti di rumah sesegera mungkin menyimpan ASI perahan : karena ASI yang disimpan di freezer bisa disimpan dalam waktu yang relatif lama (tergantung kondisi tempat penyimpanan), maka sebaiknya mulai menyimpan ASI perahan paling tidak seminggu setelah keluar dari rumah sakit(semakin cepat semakin baik)
  2. Menyusui dari satu payudara dan yang lainnya untuk diperah
  3. Ketika berada di kantor sebisa mungkin memerah ASI setiap 3-4 jam sekali, agar produksi ASI tetap terjaga. sesibuk apapun sebaiknya diusahakan memerah ASI karena kalau tidak diperah produksi ASI akan menurun.
  4. Jika di kantor tidak ada lemari pendingin, jangan lupa membawa coller bag yang sudah diisi es batu atau blue ice(kalau ana ketika ada dinas di luar kantor pun selalu menenteng coller bag ini, pokoknya jadi bagian penting yang ngga bisa ditinggal)
  5. Ketika berada di rumah tetap perah ASI ketika payudara terasa penuh
  6. Jika hari libur tetap perah ASI di rumah(kalau ana 2 kali pagi bangun tidur dan sebelum tidur) lumayan buat nambahin stock
Kalau ana kemaren karena mulai nyetok ASI pas sebulan sebelum masuk kantor, jadinya lumayan dag dig dug karena takut stock ngga cukup. karena setiap pulang kerja hanya bisa bawa 5 botol isi 120 ml sedangkan fatih mimik susunya bisa habis sampai 8 botol. Akhirnya tiap malam jam 23 n pagi jam 4 masih merah ASI. Udah gitu makannya ana jadi buanyak banget... sehari makan 4 kali, plus minum susu, buah n ngemil 2 kali makanan berat (ky roti, bubur kacang ijo dll) sampe-sampe kata temen-temen biar kecil makannya buanyakk buangeet.. Ngga usah takut gemuk, yang penting kebutuhan buat buah hati tersayang terpenuhi.

Tapi Alhamdulillah dengan segala perjuangan, masa 6 bulan itu terlewat sudah. Sekarang tetep semangaat untuk lanjutkan sampai usia 2 tahun :)

Thursday, April 16, 2009

Petunjuk penyimpanan ASIP

Setelah cara memerah ASI, ini rangkuman tata cara penyimpanan dan pemberian ASI perah yang sudah ana edit berdasarkan pengalaman pribadi:

BREASTMILK STORAGE GUIDELINES

A. Freshly expressed breastmilk.
Room Temperature : 4-10 hours
Refrigerator : 5 to 7 days
Home Freezer : 6 months
-20°C Freezer : 12 months
--------------------------
Sumber : http://www.worksitelactation.com/faq_breastmilk.html

Lama penyimpanan ASIP

Jika ruangan tidak ber-AC, disarankan tidak lebih dari 4 jam Jika ruangan ber-AC, bisa sampai 6 jam
-catatan: suhu di atas harus stabil, misalnya ruangan ber-AC, tidak mati sama sekali selamabotol ASI ada di dalamnya.

Jika dalam 4 jam ke depan ASI hasil pompa/peras tidakakan diberikan pada bayi, maka segeralah simpan di lemari es. ASI ini bias bertahan sampai 8 (delapan) hari dalam suhu lemari es, jika ditempatkan dalam compartment yang terpisah dari bahan makanan lain yg ada di lemari es tsb. Jika lemari es Ibu kebetulan tidak memiliki compartment terpisah untuk menyimpan botol ASI hasil pompa/perasan, maka sebaiknya ASI tersebut jangan disimpan lebih dari 3 x 24 jam. Dapat juga "membuat" compartment terpisah dengan cara menempatkan botol ASI dalam container plastic(semacam tupperware) yang tentunya dibersihkan terlebih dahulu dengan baik.

ASI hasil pompa/perasan dapat disimpan dalam freezer biasa sampai 3(bulan) lamanya. Namun jangan menyimpan ASI ini di bagian pintu freezer, karena bagian ini yang mengalami perubahan dan variasi suhu udara terbesar.

Jika memiliki freezer penyimpan daging yang terpisah (biasanyadisebut deep freezer) yang umumnya memiliki suhu lebih rendah dari freezer biasa, maka ASI hasil pompa/perasan bahkan dapat disimpan sampai dengan 6(enam) bulan di dalamnya.


Cara menyimpan ASIP

- Simpan ASI dalam botol yang telah disterilkan terlebih dahulu
- Botol yang paling baik sebetulnya adalah yang terbuat dari gelas/beling,namun jika terpaksa menggunakan botol plastik, pastikanlah bahwa plastiknya cukup kuat (tidak meleleh jika direndam dalam air panas), kalau buat sehari2 sich aku biasanya pakebotol U C1000 yg udah dibersihkan, tp kalau mau keluar kota pake storage bag plastic biar nyimpen n bawanya lebih praktis (tp harganya mahal 1 pack isi 25 harganya 125ribu n ngga bisa reuse). Atau bisa juga pakai botol penyimpanan ASI kalau di bandung bisa beli di Avellino shop bisa order by phone n dikirim nomernya 0838.288.1778
- Jangan pakai botol susu yang berwarna / bergambar, karena ada kemungkinan catnya meleleh jika terkena panas
- Isi botol dengan ASIP untuk sekali pemberian bayi, untuk menghindari ASI terbuang dan memudahkan orang di rumah untuk memberikan ASIP. Jangan mengisi botol terlalu penuh karena ASIP akan mengembang ketika disimpan kedalam Freezer dan botol bisa pecah
- Jangan lupa bubuhkan label setiap kali akan menyimpan botol ASI, dengan mencantumkan tanggal dan jam ASI dipompa/peras
- Simpan ASI di dalam botol yang tertutup rapat (jangan ditutup dengan dot,karena masih ada peluang untuk berinteraksi dengan udara)
- Jika dalam satu hari memompa/memeras ASI beberapa kali, bisa saja menggabungkan hasil pompa/perasan tsb dalam botol yang sama, dengan
catatan bahwa suhu tempat botol disimpan stabil, antara 0 s/d 15 derajat Celcius). Penggabungan hasil simpanan ini bisa dilakukan asalkan jangka waktu pemompaan/pemerasan pertama s/d terakhir tidak lebih dari 24 jam
- Sebelum memasukkan ASIP ke dalam freezer taruh ASIP di lemari es bagian bawah semalaman, baru dipindahkan ke Fereezer. Hal ini dilakukan agar ASI tidak rusak, karena ASI yg langsung dimasukkan ke dalam freezer akan mengalami perubahan suhu drastis yang biasanya mengakibatkan ASI berubah rasa menjadi seperti sabun


Memberikan ASI yang sudah didinginkan

- Untuk pemberian ASI perhatikan tanggal, berikan tanggal yang paling lama terlebih dahulu. Kalau aku setengahnya tanggal lama dan yang setengahnya lagi tanggal yang baru(hari ini) karena sebagai pertimbangan komposisi asi setiap hari berubah sesuai dengan kebutuhan bayi

- Untuk ASI yang disimpan kedalam freezer, sebelum diberikan malamnya botol diturunkan ke lemari es bagian bawah agar ASI mencair terlebih dahulu. Untuk ASI beku yang sudah dicairkan harus diberikan maksimal 24 jam kemudian

- Panaskan ASI dengan cara:
(a) membiarkan botol dialiri air hangat (bukan mendidih) yang keluar dari keran ATAU
(b) merendam botol di dalam baskom / mangkuk yang berisi air hangat (bukan mendidih)

- Jangan sekali-sekali memanaskan botol dengan cara mendidihkannya dalam panci, menggunakan microwave atau alat pemanas lainnya (kecuali yang memang di-design untuk memanaskan botol berisi simpanan ASI)

- Ibu tentunya mengetahui berapa banyak bayi Ibu biasanya sekali meminum ASI. Sesuaikanlah jumlah susu yang dipanaskan dengan kebiasaan tsb. Misalnya dalam satu botol Ibu menyimpan sebanyak 180cc ASI tetapi bayi Ibu biasanya hanya meminum 80, jangan langsung dipanaskan semua. INGAT bahwa susu yang sudah dipanaskan tidak bisa disimpan lagi!

BAGAIMANA SAYA MENGETAHUI APAKAH ASI YANG DISIMPAN
SUDAH BASI?

Sebenarnya jika mengikuti pedoman pemompaan/pemerasan ASI dan
penyimpanan yang baik, ASI tidak akan mungkin basi. Kadang memang setelah disimpan / didinginkan akan terjadi perubahan warna dan rasa, tapi itu tidak menandakan bahwa ASI sudah basi. Asalkan Ibu berada
dalam keadaan bersih ketika memompa/memeras, menyimpan ASI dalam botol yang steril & tertutup rapat, dalam jangka waktu yang dijabarkan seperti di atas dan saat memanaskan juga mengikuti petunjuk, mudah-mudahan ASI terjaga dalam kondisi yang baik.

Dibandingkan susu formula, ASI lebih tahan lama. Pada saat berinteraksidengan udara luar, biasanya yang terjadi bukan pembusukan ASI tetapi lebih merupakan berkurangnya khasiat ASI, terutama zat yang membantu pembentukan daya imun bayi.

sumber :
http://www.mail-archive.com/balita-anda@balita-anda.com//msg134822.html
Teknik Memerah ASI Menggunakan Tangan

Setelah terlena dengan fasilitas mesin pompa ASI di kantor yang kalau dipakai emang lebih cepet, jadinya males memerah menggunakan tangan. Padahal memerah menggunakan tangan lebih bagus karena ada skin to skin contact yang bisa menstimulasi keluarnya ASI. Begitu pindah lokasi kerja yang agak rural area yang ngga ada fasilitas mesin pompa ASI (gimana mau ada mesin pompa ASI secara yg perempuan cuman aku seorang) akhirnya kemampuan tanganku harus diberdayakan lagi. Berikut tteknik memerah menggunakan tangan yang sumbernya dari : tabloid NAKITA

Mulailah mengurut payudara dengan langkah sebagai berikut :

  • Massage
  • Stroke
  • Shake

Massage



Gb. 1






Gb. 2

Pergunakan 2 jari, yaitu telunjuk dan jari tengah. Tangan kanan mengurut payudara kiri dan tangan kiri mengurut payudara kanan (gb. 1)
Bila payudara besar, gunakan keempat jari.
Dengan tekanan ringan, lakukan gerakan melingkar dari dasar payudara dengan gerakan spiral ke arah puting susu (gb. 2)

Stroke












Dengan menggunakan jari-jari tangan, tekan-tekanlah payudara secara lembut. Dari dasar payudara ke arah puting susu dengan garis lurus, kemudian lanjutkan secara bertahap ke seluruh bagian payudara.
Dengan menggunakan sisir yang bergigi lebar, “sisirlah” payudara secara lembut, dari dasar payudara ke arah puting susu.
Dengan ujung jari, lakukan stroke dari dasar paudara ke arah puting susu

Shake










Dengan posisi tubuh condong ke depan, kocok/goyangkan payudara dengan lembut, biarkan daya tarik bumi meningkatkan stimulasi pengeluaran ASI.
Teknik memerah ASI dengan tangan metode message, stroking, shaking yang disbut metode Marmet dikembangkan oleh Chele Marmet, seorang Lactation Consultant yang menjadi Direktur Lactation Institute di California.

MEMERAH DENGAN TANGAN






  1. Letakkan ibu jari di atas kalang payudara dan jari telunjuk serta jari tengahdi bawah sekitar 2,5-3,8 cm di belakang puting susu membentuk huruf C. Anggaplah payudara sebagai jam, maka posisi/arah ibu jari berada pada jam 1, dua jari lain berada di posisi jam 6. Ibu jari dan jari telunjuk serta jari tengah saling berhadapan. Jari-jari diletakkan sedemikian rupa sehingga “gudang” ASI berada di bawahnya,
  2. Tekan lembut ke arah dada tanpa memindahkan posisi jari-jari tadi. Payudara yang besar dianjurkan untuk diangkat lebih dulu. Kemudian ditekan ke arah dada.
  3. Buatlah gerakan menggulung (roll) dengan arah ibu jari dan jari-jari ke depan untuk memerah ASI keluar dari gudang ASI yang terdapat di bawah kalang payudara di belakang puting susu. Jangan menggesekkan ibu jari dan jari-jari pada kulit karena akan menimbulkan rasa sakit atau nyeri.
  4. Ulangi gerakan-gerakan tersebut (1,2,3) sampai aliran ASI berkurang. Kemudian pindahkan lokasi ibu jari ke arah jam 11 dan jari-jari ke arah jam 5, lakukan kembali gerakan memerah seperti tadi.
  5. Lakukan pada kedua payudara secara bergantian. Begitu tampak ASI memancar dari puting, itu berarti gerakan tersebut sudah benar dan berhasil menekan gudang ASI. Jangan lupa untuk meletakkan cangkir bermulut lebar yang sudah disterilkan di bawah payudara yang diperah.

Seluruh prosedur persiapan dan pemerahan dengan tangan membutuhkan waktu sekitar 20-30 menit, meliputi :
  • Massage, stroke, dan shake.
  • Perah kedua payudara selama 5-7 menit tiap payudara.
  • Massage, stroke, dan shake.
  • Perah kedua payudara selama 3-5 menit tiap payudara.
  • Massage, stroke, dan shake.
  • Perah kedua payudara selama 2-3 menit tiap payudara.

Sebagai catatan, waktu yang dibutuhkan untuk memerah ASI di atas hanyalah patokan saja. Bila pasokan ASI sudah baik/banyak, patokan tersebut dapat diabaikan karena patokan waktu ini bermanfaat bila ASI hanya keluar sedikit atau bahkan belum keluar sama sekali. Yang justru harus diperhatikan adalah aliran ASI. Bila mulai berkurang segera ganti dengan memerah payudara berikutnya.

note : jika dilakukan dengan teknik yang benar, memerah menggunakan tangan akan terbebas dari rasa sakit, dan ASI akan keluar dengan optimal.

Alhamdulillah sampai dengan saat ini Allah masih memberikan kesempatan untuk memberikan ASI ke fatih. Mudah-mudahan bisa dilanjutkan sampai dengan usia dua tahun... Amiin

so...tetep Semangaaaat!!!!!! perjuangan masih panjang.


Monday, April 06, 2009

Memerah ASI

Ini rangkuman tentang dunia per-ASIan, semua yang aku tulis disini berdasarkan pengalaman yang aku alamin sendiri. Rngkumannya dibagi dalam beberapa bab yach, untuk yang sekarang khusus soal memerah ASI

Tahapan persiapan memerah ASI :
  • Cuci bersih kedua tangan dengan benar dan menggunakan sabun.
  • Usahakan relaks dan pilihlah tempat atau ruangan untuk mermerah ASI yang tenang dan nyaman.
  • Kompres payudara dengan air hangat. Gunakan handuk kecil, washlap atau kain lembut lainnya.

Untuk memerah ASI bisa menggunakan 2 cara yaitu dengan pompa atau dengan tangan.


Untuk pompa sendiri ada 2 jenis yaitu pompa manual dan elektric.

Untuk merk breast pump yang banyak direkomendasikan sich yang merknya “medela” soalnya mempunyai daya pompa yang lebih maksimal dibanding merk yang lainnya

Untuk pompa sendiri disarankan mencari yang berbentuk corong(jangan yg berbentuk bola karena ada bagian yang tidak bisa dibersihkan)


Pompa manual : menurut testimony dari temanku yang pernah pakai sich hasilnya lumayan, tapi butuh waktu lebih lama dan tenaga ekstra karena tangan berasa pegel :p, tp masih belum bisa mengeluarkan ASI dengan maksimal. Untuk harganya masih terjangkau sekitar 500-600K














Pompa mini electric : yang pasti lebih cepet dari yang manual plus ngga perlu pegel nggerak2in tangan, tp kalau menurut aku hasilnya masih belum optimal(masih lumayan lama) untuk harganya sekitar 800-900K




















Pompa electric : pertama nyoba di rumah sakit sewaktu fatih masuk rs. Karena billirubin tinggi. Alhamdulillah pas masuk kantor, disediain di kantor hasilnya ok banget cepet plus bisa mengeluarkan asi dengan optimal tp kalau masalah harga ngga akan kejangkau dengan kondisi kantongku katanya sich sekitar 11 Jt















Memerah menggunakan tangan : jika dilakukan dengan teknik yang benar lebih cepat dibandingkan kalau menggunakan pompa electric plus lebih optimal karena kalau menggunakan tangan ada proses untuk massage payudara n skin 2 skin contact yang bisa menstimulasi pengeluaran ASI secara maksimal.


Thursday, April 02, 2009

Asi Ekslusif

6 Bulan ASI eksklusif siapa takut...... meskipun ana adalah seorang pekerja tapi Alhamdulillah dengan izin Allah SWT dan perjuangan akhirnya hari ini lulus juga. Today my lovely fatih udah genap 6 bulan. Bukan hal yang mudah memang untuk mewujudkan hal ini godaan akan selalu muncul baik dari load kerja yang tinggi, musti keluar kantor, malas, bahkan pindah lokasi kerja yang tidak ada fasilitas pompa ASI dan Lemari Es. Next time, ana akan share mengenai serba serbi manajemen laktasi ini. Karena ada titipan untuk bikin summary manajemen laktasi dari teteh meilani yang sekarang lagi hamil 7 bulan n rencananya mau ngikutin jejakku untuk memberikan ASI pada bayinya. Ayo teh semangat2 kita berikan yg terbaik untuk bayi kita...

Sebenernya fatih udah mulai boleh makan hari ini, tapi karena pesenan tepung organiknya belom dateng(padahal dah pesen 1 minggu kemaren :( ) n ana masih masuk kerja makanya pemberian makannya ditunda sampai hari sabtu nanti. Sabar ya sayang, habisna ummi ngga rela kalau yang pertama nyuapin makanan ke mulut imutmu itu org lain

Wednesday, April 01, 2009

Resep Pepes Ikan Bandeng

Wuih... ngga berasa tenyata udah lama buanget ngga update blog (padahal emang sebelumnya udah males update blog :p), apalagi ditambah cuti melahirkan tambah blogging blue aja (baca : males ngeblog). Mudah2an abis ini semangat lagi nulis articlenya karena ada banyak hal yang lg pingin di share.

Ini salah satunya request dari my best friend who called asin, yg ngga tau kena syndrome apa kok jadi pingin belajar masak (padahal sebelumnya ngga sempet ngurus dunia lain selain kampus n kantor) piss sin... tetep lanjutkan semangatmu. Ceritanya nich aku dah terlanjur janji mau share resep pepes ikan bandeng yang bpernah aku bikin bertahun2 lalu (karena sekarang dah ngga pernah bikin karena my hubby ngga suka makan ikan...hiks.... jadinya hasrat suka makan ikanku ngga tersalurkan dg baik).

Nich ya sin resepnya, habis ini berarti utangku lunas loooh...so tidak ada hutang diantara kita

Bahan2 :
- Ikan Bandeng ukuran sedang 3 ekor
- 2 Butir telur
- Daun pisang untuk bungkus
- 6 sdm tepung terigu

Bumbu:
- 8 siung bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 10 cabe merah keriting (bisa ditambahkan or dikurangi sesuai selera)
- 3 Butir kemiri
- 1 sdt ketumbar
- 1 sdt garam
- msg atau kaldu bubuk jika suka

Cara pembuatan:
- Haluskan semua bumbu
- Pukul-pukul ikan bandeng sampai dagingnya hancur
- Setelah dagingnya hancur, belah kulitnya, keluarkan daging, dan pisahkan dari duri tengah dan kulitnya (buang bagian duri dan kulit)
- Campur ikan yang sudah dihancurkan dengan bumbu halus, telur, dan tepung kemudian aduk hingga rata
- Bungkus ikan dengan daun pisang masing2 2-3 sdm untuk 1 bungkus (sesuai selera tergantung keinginan), jangan lupa sematkan lidi di ujung daun
- Setelah semua ikan dibungkun dengan daun kukus selama -/+ 30 menit
- Tiriskan pepes
- Bisa langsung disajikan atau dipanganggang terlebih dahulu

Berdasarkan testimoni dari penghuni kosanku yg dulu resep ini lumayan enak, karena duri ikan bandengnya lunak jadi ngga takut ketelen pas makan.

another tips : pepes ini kalau dipanggang berasa tambah gurih n sedap...

so, selamat mencoba yo sin.... jangan lupa kirim hasilnya ke rumahku

Sunday, August 31, 2008

Resep Wingko

pas awal cuti kemaren karena lagi ngga ada kegian n booring di kosan akhirnya memutuskan untuk iseng bikin wingko. Resepnya nanya ama mama n karena ngga punya loyang dibakarnya pake wajan teflon aja. Alhamdulillah orang2 pada seneng n katanya rasanya enak, ini resep dari mama :

1 Kg tepung ketan
3 Buah kelapa setengah tua yg udah diparut
250 Gram margarine
500 Gram gula pasir
sedikit garam
panili
1/2 Gelas air

Semua bahan dicampur jadi satu setelah merata masukkan dalan wajan teflon, padatkan dan ratakan permukaannya. Panggan di atas kompor yg udah dialasi dengan lempengan besi dan pasir(supaya ngga cepet gosong), jangan lupa ditutup, panggang selama +- 1 jam. selama memanggang jangan lupa dibolak balik agar matangnya merata di kedua permukaan

1 resep jadi 3 wajan teflon ukuran 20 cm

lain kali mau bikin lagi ah.....
1 Ramadhan 1429H

Alhamdulillah, ramadhan telah datang..hari pertama ramadhan ini bisa diisi dengan sahur bersama suamiku tersayang meskipun dengan menu sahur seadanya tapi kenikmatannya lebih dibanding makan di restoran mewah :) Selesai makan sahur langsung beres2 n siap2, soalnya hari ini udah kembali masuk kerja lagi setelah 2 minggu liburan dan jadi full time house wife.

Sebelum subuh udah nongkrong di pinggir jalan nunggu bis jurusan purwakarta-UKI, begitu ada bis langsung naik dan ternyata tempat duduknya udah pada penuh dan pada banyak yang berdiri :( tak berapa lama hpku bunyi, ada panggilan dari suamiku n nanyain dapet tempat duduk ngga. Suamiku nyuruh turun n nunggu bis belakangnya aja, tapi karena takut kesiangan n berdasarkan pengalaman bis berikutnya juga pasti penuh akhirnya kuputuskan tetep naek bis yg ini aja. Alhamdulillah pas nyampe daerah cikarang ada mas2 yg nawarin tempat duduk, setelah kepalaku mulai keliyengan.

Hari ini mau nyoba naik bis kota jurusan bekasi-tn abang aja, akhirnya turun di jatibening. Dan ternyata bisnya lebih penuh dari yang tadi dan sudah dipastikan ngga dapat tempat duduk, tp untungnya bis nya AC jadi ngga berasa capek2 banget. Di bis yg kedua ini ngga beruntung karena ngga ada yg nawarin tempat duduk, karena ngga kelihatan kaya' orang hamil padahal perut udah segede ini :p

Alhamdulillah nyampai kantor jam 6.45 dengan selamat dan tanpa kurang suatu apapun, mudah2an dedek juga sehat2 aja dan kita bisa melanjutkan saum hari pertama ini...

Monday, August 04, 2008

Keputihan itu najis bukan yach....

Sesudah lama dalam kebimbangan soal keputihan akhirnya searching2 di google n menemukan artikel ini:

http://alghuroba.org/index.php?read=60

Ar-Ruthubah (Kelembapan Pada Kemaluan Wanita)
Admin 15 April 2008
Banyak pertanyaan yang ditujukan ke meja redaksi melalui telpon ataupun surat, yang menanyakan tentang hukum kelembapan pada kemaluan wanita, apakah kelembapan itu sampai membasahi celana dalamnya itu dianggap najis atau suci menurut Syari'ah Islamiyah ?. Maka dari itulah, dalam pembahasan kali ini kami memilih topik yang berkenaan dengan masalah tersebut agar menjadi jelas masalahnya bagi segenap pembaca yang budiman.
Ar Ruthuubah itu secara bahasa maknanya ialah kelembapan, dan yang dimaksud dengan istilah tersebut adalah kondisi berair pada lubang vagina dan permukaan (yakni bagian luar) vagina tersebut. Kondisi berair itu kadang-kadang karena sedang memuncaknya gairah seksual pada wanita itu, atau karena penyakit keputihan yang banyak menjangkiti vagina (kemaluan) wanita. Cairan kelembapan tersebut kadang-kadang hanya berada di dalam vagina karena sangat sedikitnya. Tetapi kadang pula mengalir keluar sampai membasahi celana dalamnya. Al Imam An Nawawi dalam Al Majmu' Syarah Al Muhadzdzab jilid 2 halaman 526 menerangkan : “Kelembapan pada kemaluan wanita itu dalam bentuk cairan berwarna putih yang bentuk cairannya seperti madzi atau sebagai keringat yang ada pada lubang vagina itu. Oleh karena itu telah terjadi perbedaan pendapat diantara para Ulama' dalam masalah ini”.
Dalam perkara ini yang menjadi perbedaan pendapat di kalangan para Ulama' adalah, apakah cairan kelembapan tersebut najis ataukah tidak ? dan apakah keluarnya cairan tersebut menyebabkan batalnya wudlu' ataukah tidak ? Berikut, kami bawakan perdebatan para Ulama' berkenaan silang pendapat di kalangan mereka serta keterangan tarjih (yakni penetapan mana yang lebih kuat dari berbagai pendapat itu). Agar kiranya dapat menjadi kejelasan ilmu bagi segenap pembaca yang budiman.
Beberapa Pendapat Para Ulama' :
Pembahasan masalah ini masih berkaitan dengan silang pendapat berkenaan dengan najis atau tidaknya mani. Sehingga terdapat dua golongan pendapat yang masing-masingnya membangun pendapatnya di atas dalil-dalil yang diyakini masing-masingnya. Dua golongan pendapat tersebut adalah sebagai berikut :
1. Para Ulama' yang berpandangan najisnya cairan kelembapan itu, karena meyakini najisnya mani. Karena itu mereka mengatakan bahwa mani wanita itu tercampur pada cairan tersebut sehingga dikatagorikanlah cairan itu adalah benda najis. Diantara para yang termasuk berpendapat demikian ini adalah : Abu Hanifah Nu'man bin Tsabit, Malik bin Anas dan lain-lainnya.
2. Para Ulama' yang berpandangan tidak najisnya mani, berpandangan bahwa cairan kelembapan itu tidak najis juga. Karena buktinya mani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam yang mestinya tercampur dengan cairan tersebut ketika bersetubuh dengan istrinya tidak dianggap najis oleh para istri beliau sehingga baju beliau yang terkena mani itu tidak dicuci oleh istri-istri beliau. Yang termasuk dalam kalangan Ulama' yang berpendapat demikian adalah : Muhammad bin Idris As Syafi'ie, Ahmad bin Hanbal dan lain-lainnya.
Karena perkara ini adalah merupakan perkara khilafiyah, maka tentunya harus ada upaya tarjih diantara berbagai pendapat itu dengan mempertimbangkan kekuatan dalil masing-masing pendapat itu. Karena kita hanya mengikuti dalil dalam berIslam dan yang dinamakan dalil itu adalah Al Qur'an dan Al Hadits.
Dalam hal ini ada beberapa hadits yang menjadi dalil Syar'ie bagi kedua golongan Ulama' yang berbeda pendapatnya. Beberapa hadits tersebut adalah sebagai berikut :
1. Riwayat Utsman bin Affan radhiyallahu anhu yang menerangkan bahwa seorang suami yang menyetubuhi istrinya tetapi tidak keluar mani, maka wajib bagi suami tersebut mencuci kemaluannya dan kemudian berwudlu'. Utsman menyatakan : “Aku mendengar yang demikian itu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam”. Riwayat tersebut dibawakan oleh Al Imam Al Bukhari dalam Shahihnya hadits ke : 292 dan Muslim juga dalam Shahihnya hadits ke 347/86. Dari riwayat ini dipahami oleh sebagian Ulama', bahwa perintah mencuci kemaluan pria itu menunjukkan najisnya cairan kelembapan pada vagina walaupun dia dalam bersetubuh itu tidak sampai keluar mani.
2. Riwayat Ubay bin Ka'ab radhiyallahu anhu menyatakan bahwa beliau pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam : Wahai Rasulallah, bagaimanakah bila seorang pria bersetubuh dengan seorang wanita tetapi tidak sampai keluar mani ? Maka Rasulullah menjawab : Dia mencuci darinya apa yang menyentuh wanita itu kemudian berwudlu' dan shalat”. HR. Bukhari dalam Shahihnya hadits ke 293, Muslim dalam Shahihnya hadits ke 346/84.
Dari hadits ini dipahami oleh sebagian Ulama' bahwa perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam kepada Ubay untuk mencuci kemaluannya yang telah masuk pada vagina istrinya itu menunjukkan najisnya air kelembapan yang ada padanya.
3. Riwayat Abu Hurairah radhiyallahu anhu yang menyatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam bersabda : “Apabila seorang pria telah menempati empat sisi tubuh wanita (yakni dalam posisi bersenggama dengannya -pent) kemudian memasukkan kemaluannya kepada kemaluan wanita itu, maka sungguh telah wajib mandi (yakni mandi junub -pent) atasnya”. HR. Muslim dalam Shahihnya hadits ke 348/87. Dalam riwayat ini Imam Muslim menyatakan: “Dalam hadits riwayat Mathrin disebutkan adanya pernyataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam : ……Walaupun tidak keluar mani”. Maksudnya ialah, wajib mandi junub atas keduanya walaupun tidak sampai keluar mani dalam persenggamaannya.
Juga dibawakan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya hadits ke 350/89 dari riwayat A'isyah Ummul Mu'minin radhiyallahu anha, beliau memberitakan : “Seorang pria bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam tentang seorang suami yang bersenggama dengan istrinya, kemudian dia menghentikannya dalam keadaan belum keluar mani. Apakah diwajibkan atas suami istri itu untuk mandi junub ? A'isyah waktu itu duduk disamping beliau, maka beliaupun menjawab pertanyaan pria tersebut dengan mengatakan : Sesungguhnya aku telah melakukannya (yakni bersenggama) dengan istriku ini dalam keadaan tidak keluar mani, kemudian kami mandi junub setelah itu”.
Riwayat-riwayat ini menunjukkan hukum wajibnya mandi junub atas pria dan wanita bila telah bersenggama dengan masuknya kepala kemaluan pria itu pada lubang kemaluan wanita, walaupun tidak keluar mani. Hukum tersebut tentunya berbeda dengan hukum yang diterangkan dalam riwayat-riwayat pertama dan kedua, yang tidak mewajibkan mandi junub bagi mereka yang bersenggama tetapi belum sampai keluar maninya.
4. Imam Muslim An Nisaburi rahimahullah membawakan riwayat, dari pernyataan Abul Ala ' bin As Syikhkhir, yang menjelaskan : “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam menghapus hukum sebagian hadits beliau dengan hadits yang lainnya sebagaimana Al Qur'an yang menghapuskan sebagian hukum ayatnya dengan ayat yang lainnya”. Shahih Muslim hadits ke 344/82.
Al Imam An Nawawi rahimahullah menerangkan, mengapa Imam Muslim membawakan riwayat ini di tengah berbagai riwayat yang bertentangan satu dengan yang lainnya itu. Beliau menjelaskan : “Dan yang dimaukan oleh Imam Muslim dengan membawakan riwayat ini di sini, adalah untuk menegaskan keyakinannya bahwa hadits yang mengharuskan mandi wajib hanya bagi yang keluar mani dalam persenggamaannya itu adalah hadis yang telah terhapus hukumnya”. Syarh Shahih Muslim oleh Al Imam An Nawawi jilid 1 halaman 31.
5. Al Imam At Tirmidzi rahimahullah telah meriwayatkan dalam Sunannya jilid 1 halaman 183 – 184 riwayat ke 110 & 111 dari Az Zuhri dari Sahel bin Sa'ad yang mendengar Ubay bin Ka'ab mengatakan : “Hanyalah ketentuan harus mandi junub bila keluar mani dalam persetubuhan, adalah sebagai ketentuan yang merupakan keringanan di awal masa diajarkannya pertama kali agama Islam. Kemudian setelah itu keringanan ini dihapus”. Yakni semula kewajiban mandi junub hanya dikenakan atas pria dan wanita yang keluar mani dalam persetubuhannya, dan bila tidak keluar mani dalam persetubuhan itu, maka tidak wajib mandi junub. Melainkan hanya berwudlu dan mencuci batang kemaluannya yang telah masuk ke dalam lubang kemaluan wanita itu. Tetapi setelah itu, diwajibkan mandi junub atas pria dan wanita yang melakukan persetubuhan walaupun tidak keluar mani dalam persetubuhan itu. Demikian diterangkan oleh Al Imam At Tirmidzi setelah membawakan riwayat pernyataan Ubay bin Ka'ab tersebut, dan beliau mengatakan pula bahwa keterangan Ubay tersebut tentang penghapusan hukum keringanan itu tidak hanya diberitakan oleh Ubay, akan tetapi juga dibawakan pula oleh Shahabat Nabi yang lainnya. Yaitu Rafi' bin Khudaij dan lain-lainnya. Al Imam Ahmad Syakir rahimahullah menerangkan dalam memberikan catatan kaki terhadap riwayat At tirmidzi tersebut : “Adapun riwayat yang menyatakan telah dihapusnya hukum keringanan tersebut, adalah riwayat yang telah pasti keshahihannya dengan beberapa hadits shahih yang telah disebutkan”.
Dengan demikian, hadits-hadits yang pertama dan ke dua adalah hadits-hadits yang telah mansukh (yakni terhapus hukumnya) dengan keterangan hadits ke tiga.
6. Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadits dari A'isyah radhiyallahu anha, bahwa beliau mengerik mani kering yang menempel pada baju Rasulillah shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam dengan kuku beliau kemudian Rasulullah menunaikan shalat dengan baju tersebut. Demikian diriwayatkan dalam Shahih Muslim juz 3 hal. 530 hadits ke 290/109.
Dalam menerangkan hadits ini Al Imam An Nawawi rahimahullah menegaskan : “Sekelompok Ulama' telah berdalil dengan hadits ini, bahwa cairan kelembapan pada lubang vagina wanita itu adalah suci. Dan dalam perkara ini telah terjadi perbedaan pendapat yang telah dikenal di kalangan para Ulama', tetapi yang nyata adalah sucinya cairan kelembapan itu. Karena Nabi sallallahu alaihi waalihi wasallam tidak mungkin bermimpi yang mengakibatkan keluar mani, sebab mimpi yang demikian itu adalah permainan syaithan terhadap orang yang tidur. Oleh karena itu tidak mungkin mani kering yang menempel pada baju beliau itu kecuali adalah mani yang terpancar karena persetubuhan beliau dengan istrinya. Sehingga bisa dipastikan di sini, bahwa mani yang mengena baju beliau itu adalah mani yang telah melalui lubang vagina istri beliau yang tentunya tercampur dengan cairan kelembapannya kemudian keluar dari vagina itu dan mengenai baju beliau. Maka kalau seandainya cairan kelembapan pada vagina itu adalah najis, tentu mani yang mengena baju beliau itu adalah najis. Tetapi kenyataannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam membiarkan mani tersebut menempel pada bajunya dan tidak mencucinya, bahkan beliau mencukupkannya dengan mengeriknya, maka ini menunjukkan sucinya mani dan cairan kelembapan itu”. Syarah Shahih Muslim jilid 3 halaman 531.
Al Imam Abil Hasan Ali bin Muhammad bin Habib Al Mawardi rahimahullah menyatakan dalam Al Hawi Al Kabir jilid 1 halaman 259 : “Dan sungguh telah diriwayatkan keterangan dari Al Imam Asy Syafi'ie di sebagian kitab-kitab beliau, bahwa beliau berpandangan tentang sucinya cairan kelembapan vagina wanita itu dan tidak wajib untuk dicuci seperti hukumnya mani (yang terkena baju)”.
Dengan demikian, setelah kita mendapat kepastian, dalil-dalil bagi Ulama' yang berpandangan tentang najisnya mani dan cairan kelembapan vagina wanita itu adalah dalil-dalil yang telah mansukh (yakni terhapus hukumnya). Sedangkan dalil-dalil bagi Ulama' yang berpandangan sucinya mani dan cairan kelembapan tersebut, tidak ada satu keteranganpun yang menggugurkannya, maka dengan penuh keyakinan, kita cenderung kepada pendapat Ulama' yang menyatakan sucinya mani dan cairan kelembapan tersebut.
Dengan demikian pula, para wanita tidak wajib mencuci celana dalamnya yang terkena cairan itu dan boleh menggunakannya untuk shalat.
P e n u t u p :
Sebagaimana yang telah kita terangkan sebelumnya, bahwa segala sesuatu itu hukum asalnya adalah suci, kecuali bila ada keterangan dari Al Qur'an dan Al Hadits yang menegaskan najisnya, barulah sesuatu itu dianggap najis. Demikian juga tentunya tentang permasalahan Ar Ruthubah ini, dalil-dalil yang dijadikan landasan oleh para Ulama' yang berpandangan dengan kenajisannya, adalah hadits-hadits yang telah mansukh walaupun dari segi sanad ia adalah hadits-hadits yang sangat meyakinkan keshahihannya. Oleh karena itu, seandainya tidak ada keterangan dari perbuatan para istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam, maka Ar Ruthubah itu adalah suci. terlebih lagi adanya keterangan dari A'isyah Ummul Mu'minin yang mengisyaratkan bahwa Ar Ruthubah itu adalah perkara suci dan bukan najis. Wallahu a'lamu bis shawab.
Al Ustadz Ja'far Umar Thalib
Kita Latihan puasa ya dek.....

Tidak terasa sudah memasuki bulan sya'ban, sebulan lagi menuju bulan ramadhan.. Harus mulai persiapan fisik dan mental nich kalau ngga mau kalah pas ramadhan nanti. Karena udah dapat ijin dari dokter n suamiku tersayang :) minggu ini harus mulai latihan puasa sunnah senin-kamis, secara sejak ketahuan hamil aku udah ngga pernah puasa sunnah, jadi penasaran gimana rasanya puasa saat hamil :)

Suamiku udah wanti2 kalau mau puasa harus sahur n minum vitamin. tapi pas malem mau beli menu buat sahur ternyata semua menu sudah habis :( akhirnya harus makan sahur dengan roti aja. Waktu bangun malam langsung minum air putih 2 gelas n vitamin, trus solat dulu pas selesai solat adzan subuh udah mau dikumandangkan akhirnya cepet2 makan roti n ngga sempet bikin susu. Tapi dengan niat yang kuat insyaallah bisa puasa seharian

Ternyata puasa pas hamil biasa aja kaya' puasa2 waktu ngga hamil, emang sich dedek gerakannya ngga sesering biasanya tapi masih tetep senam2 di dalam perut dan alhamdulillah ngga ada acara pusing n kliyengan so latihan puasanya bisa finish sampai maghrib

Mudah2an dengan persiapan yang kita lakukan kita bisa mengoptimalkan bulan ramadhan nanti ya sayang...Amin...

Sunday, July 27, 2008

Kunjungan ke dokter yg mendadak

Pagi hari jum'at tgl 25 Juli kemarin aku datang ke RSIA tambak untuk test darah dalam rangka persiapan melahirkan. Yang di cek cuman darah lengkap puasa dan 2 jam pasca puasa, urine lengkap, imuneserulogi(kalau tulisannya ngga salah :p). sambil nunggu hasil test iseng ngobrol ana suster n timbang berat badan. Pas timbang berat badanku 50.5 berarti naik 0.5 kilo dari bulan kemarin :( takut disuruh minum susu lebih sering lagi, tp kta susternya gpp yg penting pertumbuhan dedeknya bagus. Tadinya ke RSIA cuman mau periksa aja karena sore ada kuis di kampus, tp berdasarkan informasi dari suster, minggu depannya dokter Ony mau ke luar kota. trus karena stok vitamin juga udah mau habis sekalian aja periksa, pas nanya ke bagian registrasi untungnya masih bisa daftar dan dapet nomor urut 17. Habis itu langsung sms ke suamiku sorenya minta ditemenin periksa ke dokter, dan ternyata bisa...hore.....setelah 2 minggu ngga ketemu

Habis maghrib sebelum ke kampus aku makan ikan bakar di perempatan sabang dulu, jadinya datang ke kampusnya agak telat jam 7.35 baru nyampe. Kuis udah dimulai jam 7.00 dan harus dikumpulkan jam 8.15, jadinya cuman punya waktu 40 menit untuk ngerjain. karena ngerjain kuisnya boleh diskusi jadinya diskusi bareng ama lies(thanks ya...). Selesai ngerjain kuis langsung meluncur ke RSIA lagee...

Nyampe RS baru nomor urut antrian 12, sambil nunggu giliran n suamiku datang aku solat isya dulu. Selesai solat suamiku udah ada di ruang tunggu, habis itu nunggu 2 orang lagi giliranku masuk dan waktu sudah menunjukkan pukul 10.30. Ketemu dokter langsung bahas hasil test lab dan Alhamdulillah menurut dokter hasilnya bagus. Setelah bahas hasil lab, langsung dimulai kegiatan yang paling aku n suamiku suka yaitu USG :) Alhamdulillah perkembangan fisik dedek normal. Setelah USG kita langsung konsultasi soal rencana melahirkan di luar kota, dan dokter oni memberikan pertimbangan, saran dan referensi dokter yang bisa dicoba. Sekalian sharing soal rencanaku untuk saum pas ramadhan nanti, Alhamdulillah dokter memberikan nasehat2 buat kami sehingga suamiku memberi approval untuk saum ramadhan nanti :)

Semoga Allah memberikan kesempatan kami untuk bertemu dengan bulan ramadhan dan memanfaatkan ramadhan kali ini dengan sebaik2nya...

Tuesday, July 08, 2008

Alhamdulillah....

Akhirnya sempat juga bikin blog baru di blogspot, setelah lama ngga bisa ngeblog semenjak situs2 blog termasuk multiply diblokir di kantor :(

Moga2 bisa rajin ngisi tulisan di blog yg baru :)